Kurang Tidur atau susah tidur merupakan gejala yang sudah lama ada tetapi kebanyakn bagi penderita itu bukan merupakan suatu penyakit, tetapi dalam sebuah jurnal Psychologi Today tahun 1986, dikatakan bahwa insomnia merupakan problematika psikis atau penyakit fisik atau sama dengan memiliki beberapa penyakit yang harus di obati. Dari pandangan seorang Dokter yang bernama Dr. Nino Murcia yang memimpin klinik Insomnia di Stanford AS, mengatakan bahwa “belum pernah ada penderita insomnia memiliki insomnia karena satu factor saja, melainkan banyak factor”.
Susah tidur ini atau yang biasa disebut Insomnia ternyata memiliki tiga jenis insomnia :
- Insomnia Transient (artinya cepat berlalu) insomnia seperti ini hanya terjadi beberapa malam saja.
- Insomnia jangka pendek, insomnia seperti ini akan berlangsung beberapa minggu dan kemudian akan kembali normal,
- Insomnia Kronis, berlangsung lebih dari 3 minggu.
Beberapa factor insomnia yaitu :
- Faktor psikologi : stress yang berkepanjangan paling sering menjadi penyebab dari insomnia jenis kronis, sedangkan berita-berita buruk gagal rencana dapat menjadi penyebab isomnia jenis transient.
- Problem psikiatri : depresi paling sering ditemukan. Bangun lebih pagi dari yang tidak di inginkan merupakan gejala umum dari awal depresi, cemas, neorosa, dan gangguan prikologi lainnya sering menjadi penyebab dari gangguan tidur.
- Sakit fisik: Sesak nafas pada orang yang terserang asma, sinus, flu sehingga hidung yang tersumbat dapat menjadi gangguan ketika tidur.Selama penyebab fisik tersebut belum dapat ditanggulangi maka penyakit susah tidur akan tetap terjadi.
- Faktor lingkungan: lingkungan yang bising seperti lintasan pesawat jet, rel kereta api, pabrik atau bahkan TV tetangga dapat menjadi faktor penyebab susah tidur.
- Gaya hidup : Alkohol, rokok, kopi, obat penurun badan, jam kerja yang tidak teratur, merupakan penyebab tidak bisa cepat tidur.
Dampak dari insomnia yang akan menyerang tubuh kita, yaitu :
- adalah akan berkurangnya daya tahan tubuh sehingga akan semakin memicu kita terkena serangan penyakit lain, karena tubuh kita memang telah diatur sedemikian rupa untuk suatu keseimbangan metabolisme fisik yang akan mengatur kesehatan kita, dan tidur juga berfungsi untuk menata kembali keseimbangan fisik setelah sekian lama terjaga dan kelelahan.
- Susah tidur akan berpengaruh terhadap stabilitas emosi sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari. Dalam lingkungan kerja pun akan mengurangi motivasi kerja, konsentrasi, ketelitian, kreativitas dan produktivitas kerjanya. Dalam hal lain misalnya seperti berkurangnya minat untuk baca, belajar dan akan membuat penderita lebih mudah stres.
Ada beberapa macam usaha yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan insomnia :
1. Tidurlah sebanyak yang anda perlukan untuk istirahat.
2. Miliki jadwal tidur yang rasional
3. Jangan bekerja saat hendak tidur
4. Buat kamar tidur mempunyai udara yang segar
5. Kurangi cahay yang membuat mata tetap terjaga
6. Minumlah coklat hangat atau susu coklat hangat
7. Hindarkan merokok pada saat hendak tidur atau 1 jam menjelang tidur
8. Olahraga ringan 6 jam menjelang tidur
9. Hilangkan semua pekerjaan-pekerjaan atau tugas yang belum selesai
10. Hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut jika insomnia terus
berkelanjutan.
Dikutip dari beberapa sumber : nusaindah.tripod.com dan sinarharapan
Selengkapnya...















