gdpermana' blog

"The Simple Blog..."



Golput, fenomena yang sekarang ramai di bicarakan banyak orang di peloksok negeri, tentunya bagi yang mengerti tentang politik, golput merupakan sesuatu yang penting dan unik sehingga menjadi buah bibir banyak orang dan juga sedang naik daun. (ibarat artis muda cantik nan seksi dengan nada bicara yang lembut nan merdu yang menghiasa layar kaca, layar lebar hingga layar Koran). Padahal tahun 1955 dan 1971 sudah mulai ada, terutama tahun 1971 sebulan sebelum pemilu di deklarasikan gerakan moral golput oleh mahasiswa.



Para partai pun dibuat bingung dengan ulah “si golput” ini. Golput dengan mudah bisa merasuki dan masuk kedalam benak manusia ketika berpikir tentang pemilu. Pemilu yang menurut para “golputers” merupakan pemilu yang omong kosong, buang biaya dan tidak akan menghasilkan pemimpin yang bijak dan satu lagi para golputers tidak mau hanya menjadi “alas kaki” para elit, alas kaki yang ketika “para elit masih berjalan kaki lalu kemudian alas kaki tersebut diganti dengan alas kaki yang lebih mahal dan berbobot ketika para elit sudah tidak jalan kaki atau naik mobil mewah” artinya adalah rakyat hanya digunakan sebagai alas untuk mencapai kekuasaan tetapi ketika kekuasaan telah diperoleh maka para penguasa mengganti alas kaki “rakyat” dengan alas kaki baru “yaitu pengusaha” yang sebelumnya memang sudah terikat kontrak untuk suplai dana, tetapi alas kaki yang baru ini tidak hanya menjadi “penyelamat kaki” penguasa, tapi alas kaki yang baru ini juga meminta pengertian dari penguasa untuk memberikan kompensasi “dana perawatan” untuk alas kaki ini.



Tetapi akhir-akhir ini KPU mengatakan bahwa fatwa haram MUI tentang golput itu ada efeknya walaupun hanya sebatas survey yang belum pasti jadi kenyataan, tapi paling tidak ini menjadi angin segar yang kemudian membawa sedikit harapan kepada para partai kalo pemilu ini tidak sepi pengunjung atau sepi dari para voters.



Sebaiknya para partai tidak hanya mengandalkan efek dari fatwa haram ini seharusnya fenomena golput ini menjadi pemacu semangat para parpol agar lebih kreatif dan lebih “baik” dalam hal public of society nya atau dalam hal community relations-nya sehingga kemudian rakyat bisa mengakui dan merasa bahwa partai tidak hanya ingin memanfaatkan saja tapi juga rakyat merasa bahwa parta-partai adalah milik kita semua (mirip slogan salah satu TV swasta Nasional).



Lalu ketika partai bisa melakukan community relations-nya maka ada baiknya dilanjutkan dengan “penggemblengan” para kader atau juga lebih memberikan kesempatan kepada kader muda untuk lebih menunjukan diri ke public sebagai kader muda yang berkualitas yang nantinya bisa menjadi satu harapan bahwa inilah “the next leader”, jangan seperti sekarang-sekarang ini yang tua itu lebih menguasai dalam tanda kutip yang tua juga masih pengen nyalon, yang muda sabar ya. Seharusnya kemenangan Barack Hussein Obama merupakan contoh awal dimana spirit kaum muda bisa mengalahkan yang tua, dan satu lagi yang menurut saya harus banyak perubahan yaitu cara berkampanye, cara berkampanye di Indonesia tidak mendidik masyarakat untuk cerdas memilih, kritis dan analitis parpol mendidik rakyat untuk bisa berjoged, menari dan hura-hura. Mungkin kita semua tahu saat Obama berkampanye dengan pidato-pidatonya yang sangat membuat bulu kuduk merinding. (lebay.hehe)


9 April mendatang adalah uji efektivitas fatwa haram ini walaupun sebenarnya menurut MUI fatwa ini tidak mengikat, tapi tetap saja yang namanya haram menurut beberapa kalangan itu adalah sesuatu yang harus dikerjakan dan jika tidak, akan berdosa. 9 April jika sesuai dengan jadwal merupakan hari dimana pemungutan suara untuk Calon Legislatif dilakukan (dan saya pun jadi saksi salah satu Caleg.hihihi). pada pemilu tahun 2004 menurut data KPU jumlah golut mencapai 44%, dan tidak ada ada partai pemenang yang ada hanyalah partai dengan suara terbanyak yang jumlahnya pun tidak sebanyak jumlah golput.


Saya pribadi mengharapkan pemilu kali ini tidak banyak jumah golputnya sehingga pemimpin yang dihasilkan merupakan pemimpin yang legitimate atau mendapat legitimasi dan kekuatan yang didukung penuh oleh rakyat, yang kemudian nantinya kehidupan berbangsa dan bernegara antara rakyat dan pemimpin bisa sinergis dan saya juga mengharapkan DPR dan Pemerintah bisa satu arah, satu kata satu tujuan sehingga system demokrasi kita yang Parlementer dan Presidensil ini bisa berjalan dengan baik.


Itu menurut saya, gimana menurut para sobat Bloger???>…


By : gdpermana.

Sumber gambar : www.amanaf.net


16 komentar:

Abiagi Smith said...

kalu aku berharap semoga makin banyak golongan putih di negeri ini dari pada golongan hitam yang selalu meresahkan...
heu heu gak nyambung ya..

H35TI said...

mudah2an para golput pada cepet sadar, kalo suara mereka sangat membantu dalam menentukan perubahan nasib bangsa ini. Semoga Indonesia menjadi lebih Baik lagi, Amiinn.

gdpermana said...

hehe,, mas abie,, amin, mudah2an golongan hitam gada..

mba hesti makasih ya, mudah2an Indonesia jadi lebih baik lagi...

blendunk's blog said...

Amin... semoga indonesia menjadi lebih baik..

thanks for your inspiration

bunda azka said...

apa kata dunia klo pemilu nnti bnyk yg golput??

kan sayang dong... masa kita mau dpt pemimpin yg gak sesuai ma yg diharapkan??? "mikirrrr"

frizzy said...

Aku pasti memilih sob. Mari kita hindari Golput, kita harus menentukan siapa yang bisa mewakili suara kita di parlemen dan siapa pemimpin kita.

Cheers, frizzy.

denani said...

Aku pilih golput aja deh.. terus terang ga ada yg yakin ma calon pemimpin. Untuk minta dipilih aja mrk ga ragu menggunakan berbagai cara yg ga bener, money politic lah, sikut sana sikut sini..

Let's make peace not war! ^_^

gdpermana said...

kalo gitu,, Denani harus ikut berpikir dan kasih saran dong gimana caranya supaya pemimpin-pemimpin ga ngelakuin kaya gitu lagi???nah loh..hehe

parlin said...

penomena akan golput ini juga membuktikan ketidakpercayaan masyarakat dengan orang2 yang telah menjabat negeri selama ini.

dalam artian lain, masyarakat sudah kecewa dan bosen dengan janji2 untuk kesejahteraan.

fajardesign said...

soal golput aq gak setuju sama fatwa haram MUI, masa MUI mau menjadi TUHAN kah? bisa menentukan yang mana haram atau tidaknya?

tapi saya juga kurang setuju dengan orang yang melakukan golput, mereka tidak mempergunakan hak suara mereka dengan sebaik mungkin..

klo aq pasti tidak golput(untuk pilpres) klo untuk caleg...ga tau deh...banyak banget..bingung milihnya ...hehe

gdpermana said...

thanks buat yang udah ngasih suara,,


bunda azka, mas frizzy, parlin, fajardesign dan yang lain, semoga suara kalian didengar dan dilihat sama depkominfo dan KPU dan para caleg juga presiden.. untuk kemajuan Indonesia di masa mendatang.. hehe serius amat gw yah??..

Neng Aia said...

iya donk! jangan golput..

Blok c No.3 said...

Gw gak milih...
gw anggota sob...(anggota masyarakat)
hehe...

gdpermana said...

wah TNI yah???hee

mesin absen, sidik jari, access control, keylock said...

wah golput no comment deh...

gdpermana said...

iya mas pusing kadang kalo soal golput..